BRMP Bali Dampingi Dinas Pertanian Kabupaten Bangli Monitoring Jaringan Irigasi Tersier Tahun 2026
Bangli, 21 Mei 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali mendampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Bangli dalam kegiatan monitoring pemeliharaan jaringan irigasi tersier Tahun 2026 di Kabupaten Bangli.
Kegiatan ini dihadiri oleh Tim BRMP Bali, Tim Bidang PSP Dinas Pertanian Kabupaten Bangli, serta petani pelaksana di tiga subak, yaitu Subak Jero Bunutin Desa Bunutin, Subak Pangsut Desa Tamanbali, dan Subak Peling Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
Program Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun 2026 merupakan upaya pemerintah dalam menjaga fungsi jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan optimal. Program ini diharapkan mampu mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP), produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan.
Pada Tahun 2026, kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi tersier menjadi salah satu program prioritas dalam mendukung percepatan produksi pangan nasional melalui perbaikan saluran irigasi di tingkat petani.
Kabupaten Bangli pada tahap pertama memperoleh alokasi untuk 10 subak penerima kegiatan jaringan irigasi tersier. Di antaranya adalah Subak Jero Bunutin Desa Bunutin, Subak Pangsut Desa Tamanbali, dan Subak Peling Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli.
Berdasarkan hasil monitoring, progres pembangunan di masing-masing subak menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Subak Jero Bunutin telah mencapai progres 63,57 persen dan diperkirakan selesai dalam 10 hari ke depan. Subak Peling telah mencapai progres 35,77 persen dan diperkirakan selesai dalam waktu 15 hari. Pada tahun sebelumnya, lahan di Subak Peling tidak dapat ditanami akibat kerusakan jaringan irigasi.
Sementara itu, pembangunan di Subak Pangsut telah mencapai progres 10 persen setelah dimulai sekitar tiga minggu lalu. Pelaksanaan pekerjaan sempat mengalami kendala akibat curah hujan yang cukup tinggi. Namun demikian, kegiatan tersebut ditargetkan selesai dalam 20 hari ke depan.
Kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi tersier memberikan manfaat langsung bagi petani, kelompok tani, dan daerah irigasi karena mampu memperlancar distribusi air ke lahan usaha tani. Manfaat utama dari kegiatan ini antara lain tersedianya pasokan air yang lebih baik, peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman, penurunan risiko gagal panen, efisiensi biaya usaha tani, serta peningkatan pendapatan petani secara berkelanjutan.
Selain itu, perbaikan jaringan irigasi tersier juga diharapkan dapat mendukung pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
(Agung Prijanto dan Tim Bangli)